Dan aku hilang lagi.
Esak ku sering
Hati ku gering
Dan aku hilang lagi.
Ku harap ku bisa lagi kembali
menadah harap sujud bakti
penuh ketaatan dalam hati
Hilang lagi hilang lagi
ku harap kan ada suatu hari
ku temukan cahaya terang
cahaya yang benar yang gemilang
cahaya dia, Yang tersayang
Begitulah jalan ini mengajar kita | pre·req·ui·site
krik.. krik.. krik..
Begitulah dialog seorang syuyukh bersama akhawat yang baru bertatih di jalan ini. Bukan sekali, bukan dua kali, bukan tiga kali cerita ni diperdengarkan, tapi langsung tak pernah diambil ibrah. Ntah kenapa kali ini baru terkesan. Betul lah kot en, orang cakap, kita tak tahu kali keberapa nasihat kita tu akan berhasil, mungkin yang ke sejuta, makanya jangan give up, sebab mungkin momen yang kita give up tu sebenarnya usaha kita yang ke 999999. Dan ternyata jugalah, amat bener, bahawasanya Allah saja lah yang membenarkan hidayah-hidayahNya tuk sampai ke hati kita. Biar udah sejuta kali dibingitkan nasihat-nasihat itu ke telinga.
"Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kpd orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mahu menerima petunjuk." (Al-Qasas: 56)
Nah gituh!
Jujurnya, hati kental ini memang teramat degil. Tiap kali before meeting (MEETING??), akan ada prerequisit yang kena setel. Tujuannya, yalah, supaya lebih barokah gitu loh. Kadang habis buat, kadang tak habis. Sebab apa? Sebab tak betul-betul serious dengan amal yang sebenarnya menjadi penguat. Adehhh.
Dan ntah knp kali ini, nasihat tu jadi real. I mean like, it makes sense to my brain now! -_______- Kadang-kadang kita tahu, faham, tapi kita tak sedar. Paghoh boh gini.
"Sebenarnya, Rasulullah telah dulu buat benda ni dari kita. Buat apa? Cek mutabaah sahabat di pagi hari. Ada satu hari, lepas subuh, Rasulullah tanya, siapa yang dah bersedekah pagi ni?"
Dan konfem lah tak lain tak bukan, sahabat yang iman nya takkan terkalahkan - Abu Bakr (:
Lagi, dialog seorang al-ukhhhhhhhhhh (i literally pronounce it liddis) t,
"Dulu KakM pernah cakap, kalau sehari tu dia tak bangun qiam, dia akan rasa lain. Hari dia haritu akan lain dengan hari yang bangun qiam. Kalau saya, saya suka lah qiam, sebab memang hari kita akan lain dari hari yang kita tak bangun qiam."
Tapi sayang, nasihat ini yang didengar bersama dah jadi lapuk dek hujan lekang dek panas oleh penulis blog ini. Seakan-akan tidak pernah disebutkan pun! Waduh, sekali lagi, paghoh boh gini!
Tapi tak mengapalah, taqdir kita ini telah diqadr pada qadr yang sepatutnya. Mungkin tanggal 31 menjadi tanggal keramat penulis blog menjadi sadar. Mungkin ya mungkin.
Mari serious.
Mungkin lah selama ini kita merasakan kerja kita ni, ntah, kurang besar kot, mungkin kita rasa mcm 'yang sedang-sedang aja' besarnya, sampai kita sanggup mengenepikan the soul to this movement (movement apa pulakkk, haha) iaitu iman kita. Kita lupa yang kita tengah buat kerja besar dan berat yang terlebih dulu memerlukan iman yang menggunug sebelum amal yang memenatkan.
Kita mungkin lupa yang Rasulullah sendiri di prepare Allah di Gua Hira', sebelum mendapat wahyu yang besar. Kemudian ghulam yang berulang alik mencari tarbiyah, sebelum turun ke perkampungan. Mungkin kita lupa. Tapi tak mengapa, mari ambil pelajaran.
Sebagaimana besar kerja kita, harusnya lebih besar lah preparation iman kita. Tiada satu fiqh pon yang pernah tercipta bahawa sebenarnya kita boleh bergerak dengan lancar tanpa iman yang sepatutnya begitu jitu dan unggul. Gitttteeeewww.
Begitulah keparahan iman kita! Baiklah memandangkan yang menulis ini seorang ukhhhhhhht, makanya ukhhhhhhhht ini banyak kerja yang lain yg perlu dilunaskan seperti sidai kain di pagi hari.
Hmmm hmmm. Jumpa lagi lain kali! Moga yang membaca juga tersadar dengan sadar nya si ukhhhhhht ini.
Assalamualaikum!
JB.
Im very helpless romantic at heart. I may not have the softest heart. But when it comes to the people i love, i'll always have a song for em. Its just me. Maybe because i was so into music once ago.
Utk murabbi pertama, twas Hold My Hand - Maher Zain. Murabbi pertama yg kedua, haha too many! One of em is, I look to you - Boyce Avenue. Mutarabbi pertama, Home - Phillip Phillips. And now, rakan seperjuangan pertama, i have two songs for em, one is Photograph - Ed Sheeran and then this song.
Gahhh! (Diskelemer, if you were not my housemate, than this post isnt for yguys to read. Mehewww.)
Hi! Assalamualaikum! Its your bongsu-est girl (as in attitude, bukan umur. Hekk!) in the house speaking. The most childish and problematic kid. Haha.
Imma write like i have no PSM to settle. Muahaha.
This letter, is for antunna, the biggest JB ive known :')
Dear Umar (eheee),
Jazakunallah kheyr for being there through thick and thin. We have come this far girls (Yuhuuuu!) I know its not that far yet, but this far already alhamdulillah lah kan :')
Im inside our house now, but i miss yguys already. Ive missed yguys earlier dah pon.
Jazakunallah kheyr for every sweats, tears and blood we have shed together. Jazakunallah kheyr for the tarbiyah we have gone through together. Jazakunallahu kheyr for every smiles and laughter we have had together. Jazakunallah kheyr for everything and everything.
I know that ive never cried infront of yguys (maybe), but yguys always have a special place in my heart. Like so dear to my heart :) *hidung kembang kempis*
I apologise for all the troubles yguys have to go through because of me. I apologise if any sides of me couldnt complement us as a team. I apologise if i have brought any difficulties to yguys. I know and admit that i am very problematic. Haha and i am thankful for that. Sebab kalau tak, i wouldnt know how much you all care and how true your hearts are. You all survived to face this kid succesfully! :) Jazakunallah kheyr kerana membenarkan fillah antunna (wpun tak terluah dkt mulut, i know yguys love me, deep inside. Kehkeh).
And why this song? Sebab langit tetap biru :) (Sebiru hari ini! Haha)
Langit tetap biru walau how far we are apart in dinstant. Langit tetap biru walau kita dilanda ombak atau badai yang besar. Taktau lah, mungkin lirik lagu ni sangat deep kot. Yang memang cakap straight, akan ada perpisahan tapi mcm mana pon, langit tetap biru. Walau akan ada awan gelap pon, langit tetap biru! Walau berpisah atau berduka macam mana pon, aim kita tetap sama.
I interpret the 'langit tetap biru' as our aim. Kita semua aim Jannah, yes? We aim for UA. We aim for ilal jannati zumaro. We aim to meet Allah infront of our own eyes. Yes? Despite how far (TAKDELAH FAR SANGAT, haha) we are in distant, kita ni sebenarnya very near at heart. Hati-hati kita inshaAllah akan bersatu dalam doa rabitah. Mungkin lah kan kita takkan selalu berjumpa dah. Tapi one thing yang kita kena ingat, ini dunia :) . Kita belum berada di syurga, dan perpisahan patutnya buat kita sedar yang kita di dunia, sebab perpisahan tu kan menyedihkan. We are not meant to be happy 24/7 in this world. Sebab gembira sepanjang masa itu sifat Jannah :)
Dan kenapa lagu Photograph - Ed Sheeran.
Sebab lirik dia, ntah, suit gils kot. "We keep this love in a photograph", banyak kan gambar kita, kehkeh."We made these memories for ourselves. Where our eyes are never closing. Hearts are never broken. And time's forever frozen still". Nanti korang tengok lah lirik dia. Dr awal sampai hujung semua kena. Ripped jeans tu nanti tukar dengan skirt :P
And my fav part of the song is, "And if you hurt me. That's okay baby, only words bleed. Inside these pages you just hold me. And I won't ever let you go. Wait for me to come home". Sebab i know that ive hurt yguys much, and some other have hurt me as well. Itu hakikat perjalanan ni, Bilal pon pernah dilukai remember? But! Only words bleed baby, those are just words! Tambah kita ni perempuan, muehehehe. Mcm mana terluka pon kita sesama kita, kita akan sentiasa inshaAllah bersama berpegangan tangan (cliche me) untuk balik ke kampung halaman kita. Seee! Kena kan lirik tu! Haha.
So the next time kalau ghindu ke. Dengarkan lagu ini :) Jangan selalu, lagha je. Haha sebab tak ingatkan pada Allah pon.
I may not have a special video for you all. Mihmihmih. This is only what i have. Merepek di tengah malam. InshaAllah akhawati fillah, kita sebenarnya terpisah jasad je, bukan hati, bukan tujuan, so jangan lah rasa kehilangan sangat. Mewmewmew. InshaAllah i have faith in ahlul Umar utk terus meneruskan perjuangan kita. Jadikan tanah ini sebuah Mekah, kalau berkemampuan lagi, sebuah Madinah. Semarakkan tanah ini dengan amal kita dan cinta Allah. Moga tanah ini kembali menjadi tanah yang dulu pernah dia jadi, tempat penyebaran dakwah (:
Dan kalau betul lah Saad Abi Waqas pernah jejak kaki ke tanah ni, nanti korang boleh cerita kat dia kat dalam sorga. Ada lah jugak bahan nak sembang kan. Jadi lah tu, nak tunjuk parut mcm takdok. Haha. Konfem dia banggas! (:
So Umar, there'll be more sweats, tears and bloods coming ahead. Banyak lagi. Cuma mungkin this time around, i can only shed those from far je. I know that it is sad. Tapi inshaAllah you'll get better. Takdir yang Allah qadrkan ni memang cukup sesuai utk kedua-dua belah pihak. InshaAllah this change will be a good change. So no cry baby no cry. Haha. Allah will guide us through this, like how He have done before this.
InshaAllah sampai sini je shuwat te. Mewmewmew. I hope yguys miss me. Really really hope! Kehkehkeh.
Sekian, Assalamualaikum!
-Yours Truly :)
Photograph
Loving can hurt.
Loving can hurt sometimes.
But its the only thing that i know
When it get hard.
You know it can get hard sometimes.
It is the only thing that makes us feel alive.
Kenangan paling pahit dalam tarbiyah? :')
Losing the one(s) you loved. Loving can hurt, yes?
Its hard to describe, and it wont go away.
It is the only thing that atleast makes me feel my heart is alive.
Loving can hurt sometimes.
I aint no typical sistur of ya.
When i say, i aint no typical sister of ya. InshaAllah i mean it. If you know me in person. Youd know that i am not very sane (no, not literally). Lelz. Im a crackhead. If people see me from far, i can bet theyd say that im crayy crayy zayy.
But i love beautiful words. I dont have soft heart, i can hardly cry, but i love soft words, despite how different or weird or harsh i am in person.
For these past years, ive been searching for my style of writing. And today, i think imma just wanna be myself. The random me. The me who acts crazily, the me who can talk skema-ish-ly, the me who can talk very poetically (ada eh such words?), the me who can be anything that i want. Very random that you cant really guess my whole personality bcos im all. Mehh.
And when i say i aint no yo typical sistur that means that i aint no purfect, but ztill, i wanna try to spread the happiness i feel about Islam and Allah. I aint no typical, bcos i admit that i am very different than other akhawat, they are all superrrr baik, iman dan amal hebat, very normal, organized, gigih, tadhiyah tinggi, you name it! While me, still struggle tazkiyatunnafs lagi. I always feel bad bout myself. Sometimes i feel like im very very problematic and dont deserve this at all, but i know best that Allah knows the bestest. So what i can do is, i gotta pay back to Allah by sharing this nikmat he gave. Moga Allah tsabatkan
When i say i aint no yo typical sistur, that also means that inshaAllah i dont wanna continue to build the sisterhood that we have now. The i-aint-no-going-te-care-bout-ya sisterhood. Thats so horrible. And i wont promise i can change it. I just wish i can try. So that we all can attain Jannah.
InshaAllah, this gonbe my small efforts through writings to reach who so ever that have interest in changing themselves for good. InshaAllah there'll be lots of stories in here (maybe diaries of a problematic kid most of the times), maybe a tadabbur of an ayah, maybe selfmuhasabah, maybe sharing from somewhere else ive heard. Itll be random. Really random.
Actually i was bout to write bout sthg related to taubah, but idk tbtb it turned out to be an intorduction of this renewed blog.
InshaAllah till then, assalamualaikum.
P/S : I'll not care of my own english inshaAllah. Sometimes itd be broken and im sorry, but you can always correct me. And also sometimes itd sound very nigga-ish ( i like their accent), and very broken. Well, i dont expect anything, since my malay pon samo jo horrible nyo. Hewhew.
Blergh
I feel bad. I dont like myself now. I am too miserable to not having anyone to guide to Allah. Its not that im perfect, but that thing helps me going. Besides, im just tryinna do my purpose of living. Our purpose of living.
And yes now i feel terrible. I wish i have someobe to remind me all the time, everytime i slip or doing lagha or whatevs.
But nvm.
I missed her.
Oh Lord, i missed her.
I missed the time we spent together
i missed the laugh we share together
i missed my tears when i hugged her
I missed her.
Oh Lord, i missed her.
I missed the circle we went together,
i missed the outings we've wasted together,
i missed every moments when im with her.
I missed her.
Oh Lord, i missed her.
I missed her here,
i missed her there,
i missed her then,
im missing her now,
and im gonna miss her tomorrow.
I missed her.
Oh Lord, i missed her.
I missed the time when i dont wanna admit i miss her,
i missed the time where i refuse saying that i'll be missing her,
i miss those time.
Oh Lord, i missed her.
I hate how things have turned out to be so weird then it should be.
I hate how so close we are in distant but very far in heart.
I hate how paths have brought us far from each other.
I hate how much i missed her.
Its not okay to miss her.
But i missed her.
And.
It hurts.
If i could turn back time.
I would want her to leave.
Rather than to stay but to be alone.
Rather than to make everybody missing her but to watch her from far.
Oh Lord, Im hurt.
Cos.
I tried.
Mutarabbi.
Dan tika saat ini, kau masih di genggamku, aku singkap semua kisah lama, membanding cerita kita. Sama, tapi tak serupa.
Saat murabbi ku berkata, "Jadi murabbi, hati kena besar.", sedikit tidak aku sedari, bahkan akulah yang harus memiliki hati yang besar itu.
Dan tika saat ini, kau masih di genggamku, ketahuilah adikku, seorang murabbi memerlukan hati sebesar-besarnya, untuk kau sentiasa berbaik sangka dengan TuhanMu, dan tuk kau kaut segala tarbiyah teruntukmu.
Saat aku melafaz kata-kata penguat untuk dia murabbi ku, tidak pernah terlintas di fikiran bahawa kan ku terima kata yang sama. Kata manis penuh cinta. Penuh sirat penuh makna.
Moga kau membesar terlebih hebatnya dari sang murabbi mu ini. Yang ternyata - hanyalah seorang manusia yang marhaen, yang mahu memimpinmu mengecap mimpi. Mimpi yang nyata mimpi yang pasti.
"Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka akan dibawa ke Syurga dengan berombongan, sehingga apabila mereka sampai ke Syurga yang pintu-pintunya sedia terbuka dan penjaga-penjaganya mengalu-alukan mereka dengan kata-kata: Salam sejahtera kepada kamu, berbahagialah kamu, maka silalah masuk ke dalam Syurga ini dengan keadaan tinggal kekal di dalamnya (mereka pun masuk)". (Al-Zumar:73)
Membesarlah. Moga hidupmu megah menyebar risalah, atau matimu harum menjadi syahidah.
Of memories and past.
"Lepastu ada lagi. Budak Upklahsendiri (bukan nama U sebenar)."
//
Memories.
I had this one thought of mine long time ago that i wish i had an amnesia. Haha funny. Bcos i hated my past so much. I hated how it ripped my heart off to let it go. I hated how it kept coming back to me. I hated how attached i was to it. The past.
I once said "Past is somewhere i dont wanna visit. But i just miss the ppl from there.".
Guess what? Most of them come back now.
Haishhhh.
I honestly dont know what is the exact feeling im feeling right now. Blufghhajhjsh <- all.="" br="" em="" resemble="" that="" to="">
They kept coming back -> the moment im letting go of them, the moment that i can no more say "I wish i could turn back time.", the moment where im okay with what ive been thru, the moment when i want to move on.
I felt what they feel. Theyre empty. Theyre restless. They dont know where to go, what to aim, who to be with. Theyre clueless. Theyre me, back then.
//
The catching up session really have shown me that the people out there are clueless. They cant define glass and diamonds. They cant. They have no idea. They thought escapism would fill up the emptiness. But then it wont. They dont know. Do not blame them for what happen. Instead blame ourselves, where are we right now and what are we doing, how hard have we try, how many have we reach?
So i browse rafiah's instagram. She is lovely now. Lovelier than me, inside out. And the memory visits. And then i browse F's photos, again, it visits, for the second time. Aku taktahu nak rasa apa. Twas 4 years back punya cerita.
Is there any song called 'Why do yguys have to come back?' ? Haha bcos i wanna listen to it all night long.
I hate this feeling. Bcos i know this feeling is a lesson. But im clueless. Its like walking in a room fool with mirrors, you see you, but you dont see the way out.
"Tak senang nak jadi seorang NEE (nama sebenar)." - Kecky.
Indeed. I agreed very much. I thought i was the only one that struggled so hard. Tapi takpayah poyo lah Nabi Musa punya cerita takleh celen kot. Lg lejen susah dia.
Kan ke lain orang lain pesyen. So ujian macam-macam cara lah.
At time like this i so want to say " I QUIT!" *sambil angkat tangan dua-dua ke atas*, but idk from what do i want to quit. Hahahaha.
Kalau ini bukan motivation utk kau bekerja (read : berdakwah) lagi keras lagi. Taktau lah. You so dont want your anak cucu cicit to grow up aimless.->
p/s : I still remember the struggle of a jiwakacau of mine when i deactivated my fb account for thousands times. Perit betul! Haha. It still hurts. Keke.
Al kisah si mutarabbi
"Cuti saya bagai pelangi yang indah..."
One word - untunglahhh. Haha.
Selepas al kisah masak pudding su'un yang tidak akan diceritakan, timbullah pulak cerita kedua.
"Saya pon merajuk lah, lepastu amek kunci kereta nak keluar makan. Rupanya, sy bawak kunci kereta je, ic apa semua takbawak, nak makan pon takde duit lah rupanya sebab purse tak bawak. Lepastu ada roadblock, sy dah lah tak pernah kena roadblock, bila pakcik polis tahan, saya cakap lah "Cane ni pakcik, sy tak bawak apa-apa keluar. Tapi saya rakyat, saya ada lesen. Nanti saya bagi boleh?", lepastu pakcik tu pon suruh kawan dia handle, dia ckp "Hah? Macam mana tu? Jap, pakcik ni handle awak.", lepastu pakcik tu suruh lah saya ketepi. Dah kat tepi dia tanya, "Mcmne ni lah dik, rukun negara reti baca?", saya pon baca, tapi tak ingat pulakk, saya memang taktau rukun negara, lepastu pakcik tu sambung "Mcmne ni, rukun Islam tau?", saya baca lah, nasib betul. Lepastu pakcik tu lepas lah saya balik. Sampai rumah abah tanya, "Mcmne kena tahan dengan polis?". Rupa-rupanya pakcik td tu kawan abah. Dia kenal saya, saya tak kenal dia."
Yang murabbinya sakan, "Kekeke, kena buli dengan polis!"
"Kwn abah siap cakap lagi, "Bagus anak kau, tahu rukun islam.". Lepastu memang kena bahan lah. Sampai kat group whatsapp semua cakap. Saya ckp dengan adik saya, "Lepasni kau keluar takyah bawak lesen dik, baca rukun negara je lepas." Balik asek kena bahan je."
"Pelangi yang indah eh? Kekekeke." Sakan usrahmate yang lain gelakkan.
//
Tiada apa cerita ini pada sesiapa mungkin, tapi cukup lah ia terpapar disini untuk kenangan. Haishhh. Beginilah keadaannya orang yang tengah counting days.
Moga kau membesar dengan lebih pesat dan matang di tangan 'adik' ku.
Luahan seorang ukht (updated).
Hadis : " Iman itu bukan tamanni (banyak berangan) dan bukan pula dengan tahalli (banyak berbuat), iman adalah apa yang menetap dalam hati dan dinyatakan oleh amal perbuatan." [hadis ini dikeluarkan oleh Ibnu An Najjar & Ad Dailami]
Kerana dengan kefahaman, mampu mengelakkan kita dari berbuat untuk dipandang atau dirai manusia, seterus mampu menghalakan kita untuk berbuat kepada Dia.
Perihal dunia.
"(Diperintahkan dengan yang demikian kerana) Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang mempunyai dua hati dalam rongga dadanya..." [Al-Ahzab :4]
Ketahuilah, hati ini punya rongga. Yang perlu diisi dengan Allah sahaja.
And the saddest part is, they (my old friend that im talking right now and the previous one) know that they want akhirah, but they dont know how to find it, where to find it. Sad, but truth. Sebab risalah kita belum sampai ke telinga mereka. Memang sungguh mereka ini bukan tugas aku, tapi ini bukti kepada kurangnya amal para daie yang gagah berkata-kata di atas keyboard.
Moga Allah ampunkan.
Setelah sekian lama menyepi,
Tak tersingkap di mana-mana setelah puas di cari.
Tapi nyata kalah juga dia, si air mata yang ego nya tinggi.
Pada rindu yang tak pernah mampu terungkap, tak pernah disambut didakap.
Moga rindu ini tidak melebihi rindu mu pada Allah juga Rasul mu.
Moga dia pula, berada dalam dakapan erat cinta juga rinduNya.
Sentuhan.
Terkedu. Aku ibarat di apit dua pintu. Beramal kerana arahan atau Dia. Tapi cukup, ia memberi ketukan, walau cuman sedikit.
"InshaAllah kita buka majlis kita dengan Ummul Kitab Al-Fatihah. . . . Nak share ayat, Luqman, 32."
Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, hanya sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. (32)
".. Manusia ni kan seifatnya pelupa, nak ingatkan lah, mcm perasan, kita selalu sebelum program kita jaga mutabaah, tapi lepas program selalu mutabaah dah tak jaga dah."
Waduh. Panah nya tuh di sini --> ❤
Tak perlu ulas panjang pon sebenarnya. Ayat tu dah cukup mensum-up ke'hipokrit'an daie. Daie yang bersungguh tinggalkan jahiliyah bila mahu adik tinggal jahiliyah, kemudian kembali berjahiiyah lain kerana tak rasa jahiliyah sendiri melambatkan gerabak.
Pedih rasanya sendiri mengungkap betapa hipokrit nya seorang daie itu pabila dia tak beramal. Tapi tu hakikat.
Di pengisian yang lainnya,
"Ibrah dari kisah Musa ni kita nampak lah yang, kita kena bersihkan diri kita dulu sebelum kita memberi."
"Mandi ke maksudnya? Eh ke hati"
"Hahaha. Hati lah."
"Haha sebab teringat cerita Umar."
"Macam mana kalau hati kita tak bersih, lepastu kita nak sampaikan kat orang pasal Allah. Dalam hati kita tu pon takde Allah, tapi kita nak sampaikan pasal Allah."
Padu. Cukup padu buat kau rasa tertampar yang jadi murabbi tu perlu hati yang bersih. Tulus kepada Allah. Belum bisa pass lagi kah ujian hadith 1 mu?
Meh. Jazakunallahu khairan buat yang menyentuh. Tak terkeluar dek mulut ini.
Sudah ku ketahui, hanya iman yang berbicara bakal menyentuh iman yang lainnya. Dan sangat aku yakini sungguh, imanmu yang sedang berbicara dengan imanku yang tipis ini.
Bukankah dakwah itu ilallah, ma Allah, min Allah. Mungkin sudah kita terlupa - kemana kita menyeru dakwah ini. Terima kasih kerana mengembalikan kefahaman ini.
Please dont read. Just here the song and relate . . or imagine.
Whatevs.
Dan aku rasa. Menulis itu wasilahnya utk istiqamah. Cehh ayat. Ntah. Terasa begitu je sebab, whenever that youre down, scroll balik post lama, terasa macam nak balik iman yang dahulu.
Whatevs lah. Yang penting istiqamah sudah.
Ntah.
"Uhibbuki fillah".
"Weh, tengok ni."
"Lagi? Lain do dia sekarang." Ha ha terbunyi nada kachiwa disitu. Sabarlah ukhti (boleh pengsan cepat!), Allah yang pegang hati dia, hati kita.
//
Tidak ada yang lebih kaget selain mendapat berita seorang al akh yang benar amal shalihnya, yang dahulu aku makan berdulangan dengannya, yang dahulu memimpin solat kami di medan ini, yang dahulu kami sama-sama tangisi sakitnya bila ukhuwah dihinggapi penyakit, memilih untuk meninggalkan gerabak ini, tidak ada yang lebih kaget dari itu.
Lagi lagi dari seorang akh yang dahulu pernah menjadi tempat rujuk, yang menjadi tempat aku mendapatkan sedikit kekuatan, sumber motivasi walau aku justeru faham bahawa tiada hamba yang dapat memberi manfaat mahupun mudharat kepada hamba yang lain melainkan dengan izin Allah..
Petikan dari buku Sentuhan Al-Akh. (Yknow, we, here, have problems on pronouncing this.)
//
"Kau tahu aku mimpi dia? Dia, dalam mimpi tu, lainnnn gila! Lain gila!" Heh, begitu lah seorang al- ukht, tak lah lemah lembut ayu seperti digambarkan cerita-cerita lagenda. We are tough, thats how we survive inshaAllah. (Like Zainab Al-Ghazali)
"Aku tak habis pk pasal dia. Bangun td pon aku pk lagi."
Mana tidak, antara asbab kepada tumbesaran kini itu dia. Hanya asbab, natijahnya tetap pada Allah. Allah jualah yang memperteguhkan hati kami tika saat ini. Yang membelai kasih dan sentiasa ada utk mengadu sedih.
//
"Kau tahu? Aku rasa mcm nk sound je. Fikir balik semua benda bla bla. Ada lah at times aku rasa nak je give up. Stop msg dia. Aku mmg dh give up pon. Nak biar je..." Sebab tak bersambut jua... "... tapi tak boleh. Sebab kita nampak, kau tahu."
Sungguh, pada mulut, memang sungguh kerana aku ini saksi. Pada hakikatnya juga begitu. Tapi disebalik kata-kata, hanya hati je tahu, bahawa sang hati sebenarnya kepingin benar menyelamatkan al-ukht nya. Kerna cinta itu telah pon berpaksikan Allah. Dan untuk si ukht yang ini merasa begitu - susah sebenarnya.
Dan kerna cinta itu, sudah pon melebihi rasa give up dalam jiwa. Ahhhhhh, Ive lost one, i couldnt afford to lose another one.
//
"Korang tak pernah program campur kan. Kitorang kalau ada program campur. Akhawat ramai. Ikhwah seciput je. Tapi ikhwah tu yang sikit tu lah quality, akhawat pulak senang sangat hilang. Kerja hilang, kahwin hilang, ada anak hilang."
Hilang dari radar. Moga Allah jauhkan.
Tidak lain tulisan ini bukanlah untuk memburukkan, tapi hanyalah semata, untuk peringatan diri ini, hari ini dan kemudian hari.
Moga Allah tsabatkan, dengan sebenar-benar tsabat.
Mohon doanya.
p/s : Asalnya nak namakan post ni 'Hilang dr radar.', but it sounds so harsh. Love conquers all they say, so i state love instead.
Yang tersepit.
//
Rambutnya yang ikal mayang ditocang 'frozen' dan di lepaskan ke kiri bahu. Bahu, jari, siku dan pergelangan tangan diregang-regangkan sampai berbunyi, haaa ngkau berbunyi sampai. Lima hari bertapa duduk dekat lantai, bersandar kan dinding memanglah naik keras urat-urat. Ni baru 5 hari. Belum kalau bekerja dah menghadap laptop 24/7 lagi. Haishhh, dunia, dunia.
*bip bip* Lenovo hitamnya yang dah retak screen itu berbunyi. Tanda whatsapp masuk. Ntah dari siapa.
Kak Ruby : Assalamualaikum awak. Awak okay? Busy eh?
Imany : Waalaikumussalam akak. Eh, knp tanya? Haah, banyak kerja.
Kak Ruby : Tgk awak mcm tak okay je.
Phewwww. Lama dah tak dengar soalan tu. Dan lama jugak tak rasa mcm ada org kisah okay ke tak.
Imany : Ok je inshaAllah. All is well.
Dan lenovo hitamnya diletak ditepi, membiarkan conversation tergantung begitu.
Entah lah. Nak kata tak okay. Mcm okay je. Mcm tak okay, tipu sangat - sebab mmg tengah terasa life is hitting on me! Keke. Tapi nak kata tak okay, mcm not that tak okay sangat pon.
Feelingless....
Aaaaa. That word. Lama jugak tak rasa perasaan ni. Lama jugak takcakap yang diri sendiri ni feelingless. But this time is real. That feeling of ignoring anything that stands infront of you, you just dont give a sikit pon care, and belasah je walk on like nothing matters.
That feeling.
Pelik. Sebab you know its hard, yet youre acting like its nothing. That either-youre-too-strong-to-even-cry-or-youre-just-feelingless moment. Oh life, you really have thrown lemons at me this time. Big huge plenty of yellow lemons, with so much juices that when you cut it, the juices splashes on your face and then you go gelabah tutup mata bcos you know its too too sour. That kind of lemons!
"Weh!"
"Weh!"
Imany yang mengelamun jauh tadi terkembali ke dunia nyata bila Jihah menyapa.
"Yang rambut kau mcm frozen kenapa? Haha."
Hahahaha frozen eh? "Eh. Haah. Aku pon taksedar mcm frozen. Lol." Sambil tangan didepa gaya Ana yang sedang menari di balkoni istana ais.
"Haha. Dah lah rambut mcm tu, duduk tegak pulak tu depan laptop. Dah mcm patung tau. Ada apa je dlm laptop tu sampai tenung macam tengah fikir masalah umat?"
"Banyak lah kau masalah umat. Hahaha."
"Takpe. Husnudzon."
Dan jihah pon berlalu keluar dari biliknya. Ntah apa dia nak tbtb terjah cakap pasal rambut ?? Kau ghase?
//
Bai! Heeee. InshaAllah will continue later, with pembasahan sedikit inshaAllah. But not now, its 4 am, and ive got lots more to settle :)
Assalamualaikum!
She is struggling.
"Banyak malam jugak pagi petang pk pasal dia. Lolol."
"Lol. Rindu lah tu."
"Haha tak ah. Risau je."
"Its ok to miss her :) "
"Haha its not okay. It hurts."
"It hurts more when you try to forget."
//
"Tak boleh duduk rumah aku ni. Hanyut."
"Td aku terpk. Antara benda yang tgk kita boleh survive sorang ke tak is ... tengok keadaan amal kita bila kita takde akhawat. Mcm aku, -.- solat td."
Dah kalau kita pergi kelas, takde akhawat dengan kita pon, solat kita lewatkan. Lagi kan pulak bila seorang tercampak di mana-mana pulau. Lagi lah kot kita buat tak heran. (Moga Allah jauhkan)
......
"Aku rasa kan kita kot yang kena create biah tu kat mana kita berada time tu. Walaupon sorg je time tuh."
Indeed. And thats not easy.
//
Kita boleh cakap, kita boleh hampa. Tapi kita belum berada lagi di tempat dia.
Makan dulu nasi dr pinggan dia, baru kau tahu kau boleh telan ke tak, self.
Cuma satu je pesanan penaja. Jangan lah seboleh-bolehnya keluar dari biah yang ada
"وَالضُّحَى"
